Selasa, 06 Januari 2015

#5

Resensi Novel
Diary Si Bocah Tengil
Kenyataan Pahit

Judul: Diary si Bocah Tengil - Kenyataan Pahit (buku #5)
Pengarang: Jeff Kinney
Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Ida Wajdi dan Jia Effendie
Pewajah isi: Aniza
Penerbit: Atria
Tebal: 217 hlm
Rilis: Juni 2014 (cet. ke-10)
ISBN: 978-979-024-474-0



Tentang Penulis
        Jeff Kinney adalah seorang pengembang dan perancang permainan online, dan pengarang buku terlaris #1 versi New York Times. Pada 2009, Jeff dijuluki sebagai salah satu dari 100 Orang Palinf Berpengaruh di Dunia versi majalah Times. Dia menghabiskan masa kanak-kanaknya di kawasan Washington D.C., dan pindah ke New England pada 1955. Sekarang, Jeff dan istrinya tinggal di bagian selatan Massachusetts bersama istri dan kedua putranya.

Kelebihan Novel
        Dengan membaca novel ini, kita menjadi mengetahui bagaimana perkembangan kehidupan sehari-hari seorang anak remaja dari kebudayaan berbeda khususnya di Amerika serta pola pertemanan, tingkah laku dan kebiasaannya, sehingga dapat kita jadikan informasi tambahan dan resensi untuk membandingkannya dengan kehidupan kita di Indonesia. Kita akan disuguhi oleh perasaan dilema seorang anak muda yang memang menginjak pada fase pencarian jati diri yang pasti akan dialami oleh semua anak, walaupun prosesnya tidak begitu baik namun pada akhirnya kita dapat memperoleh hal positif dari proses yang tidak begitu baik itu.
        Tema serta alur ceritanya mudah dimengerti pembaca dan diangkat dari kehidupan sehari-hari. Ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan yang mungkin kita anggap remeh namun sangat vital yang tidak akan kita dapatkan di sekolah.


Kekurangan Novel
        Karena merupakan buku terjemahan, terkadang joke-joke yang sebenarnya lucu berubah menjadi garing karena telah melewati tahap translate itu sendiri yang dapat mengurangi kadar “menggelitik” dari novel itu sendiri. Ini merupakan buku ke-5 sehingga banyak yang berkomentar kalau kelucuan si tokoh greg ini berkurang, mungkin karena mengikuti judul yang ada pada novel kali ini yaitu Kenyataan Pahit

Sinopsis
        Greg yang sedang bermusuhan dengan sahabat baiknya Rowley, berusaha untuk tetap berteman dengan teman yang lain walaupun tidak ada yang bisa menggantikannya.
        Greg mengalami dilema saat ada pesta yang diadakan oleh kakak kelasnya dan dia sekeluarga harus pergi ke pesta pernikahan pamannya. Pada akhirnya ia pergi ke pesta pernikahan pamannya dan ia pun tak menyesal dengan pilihannya itu.
        Di usianya yang beranjak dewasa ada sebuah tradisi di keluarganya dimana mereka akan mendapat ceramah dari nenek mereka yang dilakukan dengan waktu yang lama dengan pembicaraan yang membosankan. Meski begitu dia tetap mendengarkan neneknya dan pada akhirnya ia bisa berteman kembali dengan sahabat baiknya yaitu Rowley dengan sedikit membuka pikiran.


Pesan Moral
        Sebuah persahabatan, pasti akan mengalami sebuah pertengkaran dimana hal itu memang harus dilewati bersama karena dapat menimbulkan rasa keakraban yang kuat dengan sendirinya. Apabila terlalu lama dalam sebuah permasalahn tersebut, seseorang harus bisa berpikir secara jernih. Memecahkan masalah tidak harus dengan akal logika, tapi terkadang dengan sedikit melapangkan dada kita dapat menyelesaikan masalah itu, karena mengalah bukan berarti kalah.

        Seberapa pun pentingnya sebuah eksistensi yang akan kita dapatkan, seberapa penting kita dimana orang lain, seberapa ingin kita untuk melakukan hal-hal lain dengan teman-teman, sahabat, ataupun pacar, tetap keluarga lah yang terpenting dan harus dinomor satukan, karena hanya keluarga kitalah yang akan selalu ada di sisi kita saat kita membutuhkannya, tidak peduli saat senang atau pun susah